Kasdim 1302/Minahasa Bacakan Sambutan Panglima TNI Pada Upacara 17 an

Minahasa, -Komando Distrik Militer ( Kodim ) 1302/Minahasa menggelar Upacara Bendera 17 an dengan Inspektur Upacara ( Irup ) adalah Kepala Staf Kodim ( Kasdim ) Mayor Inf Vino Satria Onibala S.Pt, yang digelar dalapangan Upacara Makodim Jalan Manguni, Kelurahan Sasara, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa 17/01/2023 pukul 07.30 wita.

Pada Upacara 17 an kali ini yang bertindak sebagai Komandan Upacara ( Dan Up ) adalah Pengganti Sementara ( Pgs ) Danramil 16/Tumpaan Letnan Dua ( Letda ) Inf Adry Kandowangko, dan yang bertindak sebagai Perwira Upacara ( Pa Up ) adalah Perwira Seksi Personalia ( Pasi Pers ) Letnan Satu ( Lettu ) Inf Farisnop Ompoeo, yang bertugas sebagai pembaca UUD-45 adalah Sersan Satu ( Sertu ) Daudmen Khalik, dan yang mendapatkan kepercayaan sebagai Pengucap Sapte Marga adalah Pratu Dedi Komaruddin, sedangkan yang bertugas sebagai Pengibar Bendera Merah Putih adalah Sersan Satu ( Sertu ) Haryono, Sersan Dua ( Serda ) James Kontu, dan Prajurit Kepala ( Praka ) Yohanes.


Dalam Upacara 17 an ini Kasdim 1302/Minahasa membacakan sambutan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono S.E, M.M, "Yang saya cintai dan saya banggakan seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil TNI dimanapun berada dan bertugas, Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kita dapat mengikuti kegiatan Upacara bendera pada hari ini dalam keadaan sehat walafiat, Ucapnya mengawali sambutan tersebut.

Lanjut Kasdim, Masih dalam suasana Natal dan Tahun baru, izinkan saya mengucapkan selamat Natal bagi rekan-rekan yang beragama Nasrani, dan selamat Tahun baru untuk seluruh Prajurit TNI, Semoga semangat damai Natal terus menyebar di Bumi Nusantara yang kita cintai, dan semoga tahun ini akan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. 


Para Prajurit sekalian yang saya banggakan, Situasi dan kondisi dilingkungan strategis saat ini terus berkembang dengan cepat, dinamis, dan penuh dengan ketidak pastian. Hal ini telah memunculkan beragam spektrum ancaman baik ancaman Militer, ancaman Non Militer, maupun ancaman hibrida yang berpotensi mengganggu kedaulatan dan keutuhan NKRI, serta keselamatan segenap bangsa Indonesia.

Diakhir sambutannya Panglima TNI memberikan penekanan melalui Perintah harian kepada seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil ( PNS TNI ) sebagai berikut : Pertama, Pengabdian kalian kepada NKRI harus tulus ikhlas dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta teguh berpedoman pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Kedua, Tingkatkan kualitas sumber daya Prajurit agar menjadi Prajurit yang profesional, tangguh, bermoral, berdedikasi, dan mempunyai loyalitas tinggi serta bermental Sapta Marga.

Ketiga, Pertajam Naluri Tempur dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas Operasi gabungan, perkokoh soliditas antar satuanTNI dan perkuat pula sinergitas TNI dengan Polri serta dengan elemen pemerintah dan lembaga lainnya, Keempat, TNI harus menjadi pengayom dan membantu kesulitan rakyat guna memberikan rasa aman dari segala bentuk ancaman, kehadiran setiap prajurit TNI harus membawa manfaat bagi masyarakat sekitarnya. Kelima, Wujudkan reformasi birokrasi dilingkungan dan kultur Organisasi TNI, agar TNI menjadi instansi yang bersih, bebas korupsi dan semakin dicintai rakyat.


Keenam, Tanamkan nilai-nilai keparajuritan serta junjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, dan jaga selalu netralitas TNI. Para Panglima, Komandan, dan Kasatker bertanggung jawab dalam pembinaan dan memberika tauladan yang baik. Ketujuh, Stop aksi arogansi prajurit TNI, kalian harus tegas namun tetap humanis dan disegani, dengan pendekatan humanis maka kalian akan bisa merebut simpati rakyat dan mendapatkan tempat istimewa di hati mereka, Para prajurit sekalian yang saya banggakan dimanapun berada dan bertugas, Selamat bertugas dan jadilah prajurit profesional yang humanis, ingatlah petuah jendral Besar Sudirman, "Tentara bukan merupakan suatu golongan diluar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri diatas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu."Tegasnya. ( Warno ).

Komentar

Postingan Populer